Kemacetan lalu lintas, banjir, kasus-kasus kriminalitas serta masih banyak lagi problematika serta realita kehidupan dapat kita jumpai disini. Ya, Jakarta. Disinilah letak ibukota Indonesia. Tempat di mana banyak orang dari berbagai tempat berkunjung dan mengadu nasib. Bagaimana tidak, Penduduk di Jakarta makin bertambah tiap tahunnya demi mencari materi, soft skill, pekerjaan, hingga kehidupan yang layak. Akibatnya, terjadi perpadatan penduduk di berbagai tempat, serta angka pengangguran yang terus meningkat di kalangan aristokrat (pelajar) dan proletariat (rakyat jelata). mainstream yang masih riskan dari masyarakat Indonesia bahwa Jakartalah tempat paling tepat untuk mencari pekerjaan membuat mereka terlena dengannya. Faktanya, berbagai kekurangan dapat ditemui disini dan menjadikan mereka terperangkap karenanya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Jakarta mempunyai banyak kekurangan yang harus di perbaiki, diantaranya adalah kasus pengangguran. Hingga saat ini banyak sarjana mendapat predikat baru setelah lulus yakni sarjana pengangguran, dan inilah yang paling ditakuti oleh para sarjana tersebut setelah lulus kuliah. Kurangnya link juga sarana pekerjaan yang sulit merupakan contoh factor yang membuat mereka pesimis dengan keadaan, apalagi tidak adanya tindak spekulasi terhadap peluang usaha atau bisnis yang memang dapat menjanjikan. Di samping itu pula, masalah penting lainnya adalah kemacetan lalu lintas. Bukan hanya produktifitas kendaraan yang bertambah, namun juga ada beberapa faktor lain yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi. Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa mengatakan persoalan bottle neck, pintu pusat perbelanjaan, perempatan, hingga lampu merah menjadi faktor pendukung kemacetan. "Ada berbagai masalah yang terjadi, dan semuanya menjadi titik-titik kemacetan. Tetapi intinya, jalan-jalan di Jakarta ini sudah tidak mampu menampung," ungkap Royke, Jumat (5/8/2011), di Polda Metro Jaya. Royke menerangkan secara umum ada empat penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, daya tampung jalan yang sudah tidak mencukupi. Kedua, sarana transportasi umum yang belum sebanding dengan permintaan perjalanan setiap harinya. Ketiga, adanya hambatan samping mulai dari pintu masuk pusat perbelanjaan dan parkir liar. Terakhir adalah lemahnya disiplin para pengguna jalan dalam berlalu lintas. Meski demikian perlu di cermati lagi bahwa masalah banjir juga termasuk faktor pendukung kemacetan di Jakarta. Banyaknya timbunan sampah di got dan saluran-saluran air membuat proses genangan air terhambat. Hal ini memicu terjadinya peningkatan volume air pada kawasan perumahan maupun perkantoran bahkan jalanan umum yang mengakibatkan kemacetan itu sendiri. Untuk itu, di perlukan perhatian serius dari warga dan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Beranjak dari masalah banjir dan kemacetan lalu lintas, Jakarta pun terkenal dengan tindak kriminalitas yang sering terjadi dan meresahkan warga. Diantaranya adalah kasus pemerkosaan dan pelecehan sexual di angkutan-angkutan umum, perampokan, hingga kasus pembunuhan yang sering mewarnai serangkaian catatan hitam kriminalitas kota Jakarta. Jumlah kasus pemerkosaan di Jakarta selama Januari hingga September 2011 mencapai 40 kasus. Sebagian besar terjadi di perumahan. Modusnya korban dicekoki minuman keras (Miras). Sementara itu, kasus pelecehan seksual di angkutan umum juga menjadi persoalan yang memakan korban rata-rata dari kaum wanita. Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengatakan, kejahatan perkosaan di angkutan umum merupakan kejahatan ekstrem dan jarang terjadi. "Itu kejahatan yang luar biasa ekstrem dan langka. Tidak banyak yang punya keberanian seperti itu," katanya. Tapi biasanya, lanjut Adrianus, peristiwa pemerkosaan dilakukan secara berkelompok. "Karena bersama mereka jadi timbul keberanian. Makannya mereka bisa melakukan itu," tambahnya. Dari beberapa contoh pemaparan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa meskipun Jakarta sebagai pusat pemerintahan yang di dalamnya terdapat banyak pengetahuan, fasilitas, sarana parasarana penunjang dan masih banyak lagi keunggulan di dalamnya, ada ‘PR’ brdar yang masih harus di kerjakan. Oknum pemerintah kini tidak lagi peka terhadap persoalan lingkungan. Tanpa berpikir bahwa masalah ini bersifat representatif dan berdampak pada sistemik, mereka hanya terus mengubah pola manajerialnya saja namun tidak secara menyeluruh. Tentu saja rakyat butuh langkah yang solutif untuk memecahkan masalah yang ada dan menginginkan para penguasa berhenti dari pemahaman kapitalismenya. Mengapa? Karena dengan berasaskan individualistik, kaum kapitalis selalu mengusung jargonnya yakni “tidak ada lawan abadi, dan tidak ada teman abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi”. Kepentingan yang hanya mengungtukan perorangan serta segolongan oknum saja sangat berimplikasi pada masyarakat yang mendambakan keadilan. Jika saja tuntutan masyarakah mengenai perubahan tidak secepatnya di gubris pemerintah, maka kemungkinan besar yang akan di tempuh adalah langkah revolusioner guna meruntuhkan sistem kapitalis yang sejatinya telah menggeser sistem sosialis komunis di Indonesia beberapa tahun silam. Pertanyaanya, jika sistem sosialis komunis dan kapitalis sudah tidak mampu menyelesaikan problematika rakyat, maka sistem seperti apalagi yang akan di usung untuk menjawab pertanyaan tersebut? Tentunya hanya Islam sebagai satu-satunya solusi serta sistem yang bisa menjawab segala problematika yang ada dalam seluruh aspek.[]Achmad Rohani Renhoran. Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2011/08/05/19014739/Kemacetan.di.Jakarta.Semakin.Parah). http://www.detiknews.com/read/2011/09/17/173448/1724761/10/polisi-kasus-perkosaan-di-jakarta-banyak-terjadi-karena-miras http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/14/259431/37/5/-Pelecehan-Seksual-di-Angkutan-Umum-Kejahatan-ekstrem *Penulis adalah salah satu mahasiswa aktif jurusan Teknik Komputer Bina Sarana Informatika yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Umum Senat Mahasiswa dan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Presiden BEM BSI. CP : 081298484463, Email : saladdinachmad@rocketmail.com |
Tampilkan postingan dengan label BKLDK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BKLDK. Tampilkan semua postingan
Aksi Peringatan Sumpah Pemuda di Istana: Kapitalisme Gagal, Mahasiswa Bersumpah untuk Menegakkan Syariah Islam dan Khilafah
Voa-Khilafah.co.cc - Pada peringatan Sumpah Pemuda para mahasiswa dari berbagai elemen mahasiswa se-Jabotabek mengepung Istana Presiden di Jalan Merdeka Barat. Jakarta, Jumat (28/10). Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) mengusung isu mengungkap kegagalan kapitalisme dan demokrasi. Mereka menuntut penegakkan syariah Islamiyyah sebagai solusi atas berbagai problema yang menimpa negeri ini.
Seperti diberitakan Liputan6, BKLDK mengusung isu kegagalan kapitalisme dan berbagai demokrasi yang mengakibatkan kemiskinan, kejahatan yang semakin meningkat. Serta merajalelanya pejabat dan pengusaha yang menzalimi rakyat.
Oleh karennya mereka berjuang untuk menegakkan syari’ah Islam dalam naungan negara Khilafah Islamiyah.
“Kami sudah bersumpah dengan sepenuh jika akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah islam naungan negara khalifah isamiyah sebagai solusi tanpa problematika masyarakat Indonesia dan negari muslim lainnya,” kata Ketua Badan Eksekutif BKLDK, Irawan.
Para mahasiswa dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus ini menggelar aksinya sekaligus sebagai bentuk aksi Refleksi Sumpah Mahasiswa 18 Oktober 2009.
Pada tahun 2009, mahasiswa Islam berkumpul melakukan Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII). Kegiatan terbesar dalam sejarah perjuangan mahasiswa Islam menuntut perubahan Indonesia menjadi lebih baik, yakni dengan diterapkan Syariah dalam bingkai Khilafah.
Sekitar 5000 para mahasiswa peserta KMII pada 2009 menyatakan sumpah mereka untuk menegakkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Pergerakan dan sosialisasi penerapan syariah dan Khilafah dikalangan mahasiswa pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya akan terus berkembang beriringan dengan berjalannya waktu. Karena solusi bagi seluruh masalah di negeri ini dan negeri-negeri muslim lainnya adalah diterapkan hukum-hukum Allah SWT. [m/liputan6/syabab.com]

Aksi Kepung Istana, Isu terpecah
Aksi Kepung Istana, Isu terpecah Pada peringatan Sumpah Pemuda ratusan orang dari berbagai elemen mahasiswa se-Jabotabek mengepung Istana Presiden di Jalan Merdeka Barat. Jakarta, Jumat (28/10). Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak pemerintah Presiden SBY-Budiono agar turun dari kursi keperesidenan karena rakyat sudah tidak percaya lagi. Apalagi berbagai kegagalan yang tidak bisa di tolerir.
"Harus turun sekarang juga. Kami sudah tidak percaya lagi sama SBY dan Budiono. Mereka sudah tidak layak menjadi presiden. Makanya hari ini kita ikut demo agar SBY dan wakilnya segera mundur," kata Jati, mahasiswa Universitas Satya Negara, dalam orasinya di depan Istana Presiden.
Namun dalam aksi tersebut para demonstran dari berbagai kelompok mengusung isu sendiri-sendiri. Dari pantauan liputan6.com, orasi yang didengungkan masing-masing kelompok itu berbeda-beda. Seperti dilakukan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampu (BKLDK).
BKLDK mengusung isu kegagalan kapitalisme dan berbagai demokrasi yang mengakibatkan kemiskinan, kejahatan yang semakin meningkat. Serta merajalelanya pejabat dan pengusaha yang menzalimi rakyat.
Oleh karennya mereka berjuang untuk menegakkan syari'ah Islam dalam naungan negara Khilafah Islamiyah.
"Kami sudah bersumpah dengan sepenuh jika akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah islam naungan negara khalifah isamiyah sebagai solusi tanpa problematika masyarakat Indonesia dan negari muslim lainnya," kata Ketua Badan Eksekutif BKLDK, Irawan.
Sementara itu sebagian elemen mahasiswa lainnya longmarch menuju ke Bundaran HI untuk menyalurkan aspirasinya.
Aksi di depan istana tidak menggangu arus lalu lintas. Ratusan aparat dari TNI dan kepolisian, gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan polres serta polsek se-Jakarta Pusat berjaga-jaga di sekitar kawasan Monas dan Istana untuk mengawasi jalannya aksi unjuk rasa tersebut. liputan6.com 28/10/2011 Aksi Kepung Istana, Isu terpecah
(supportkhilafah/voa-khilafah.co.cc)
Dari Ibadah Haji Kita Belajar !
Di Tanah Suci, jutaan kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia berkumpul, mereka tidak membedakan warna kulit, ras, suku, golongan, dan dari Negara mana mereka berasal. Mereka disana bersatu, bersemangat, penuh kegembiraan selayaknya bertemu dengan sanak saudara yang sangat jauh, mereka tunduk dan patuh terhadap syariat haji tanpa ada protes untuk menolaknya bahkan dilaksanakan dengan suka cita dan penuh kegembiraan.
Dari ibadah haji telah mengajari kita tentang sebuah semangat kegembiraan untuk melaksanakan salah satu syariat Allah dengan penuh keihlasan. Rasulullah SAW telah mengajari kaum muslimin yang berhaji agar wajib menjalankan segala praktik ibadah haji. Beliau bersabda :
“Ambillah dariku manasik (tata cara) ibadah haji kalian” (HR. al-Baihaqi)
Ibadah haji sesungguhnya telah bengajari kita banyak hal terkait ketaatan kita kepada Allah SWT, ketaatan totalitas dan kaum muslimin tidak ada yang menolaknya sama sekali. Mereka tidak pernah sekalipun mempertanyakan apalagi memprotes, mengapa dalam ibadah haji harus begini dan begitu? Insya Allah yang ada dalam pikiran mereka hanya satu, yaitu bagaimana menjalankan segala perintah Allah dalam ibadah haji tersebut dengan sebaik-baiknya dengan keikhlasan dan ketaatan bahkan mereka sangat berhati-hati khawatir ibadah ini tidak diterima. Ketaatan tersebut didasarkan pada sebuah keyakinan bahwa semua itu adalah perintah dari Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan dilaksanakan sungguh tanpa perlu kita membantahnya.
Kaum muslimin diseluruh penjuru dunia mampu untuk taat dan patuh dengan aturan-aturan Allah meskipun pengorbanannya sangat luar biasa tidak hanya harta, fisik juga harus dipersiapkan agar benar-benar fit tanpa halangan bahkan merasa khawatir kalau ibadahnya tidak diterima Allah SWT, Ibadah haji dilaksanakan dengan suka cita, kesungguhan, tanpa merasa terbebani.
Sebenarnya ibadah haji hanya secuil syariat Allah karena Allah telah memerintahkan Hamba-Nya untuk mentaati perintah-Nya dalam segala hal.
“Apa saja yang Rasul perintahkan kepada kalian, terimalah; apa saja yang ia larang atas kalian, Tingalkanlah” (QS. al-Hasyr : 59)
Allah juga menegaskan di dalam firman-Nya supaya mengambil seluruh perintah Rasulullah dan tidak hanya sekedar mentaati salah satu perintah dan mengabaikan perintah yang lain begitu pula meninggalkan segala apa yang Rasulullah larang.
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. al-Hasyr : 7)
Semoga ibadah haji dapat mengajarkan kita tentang ketaatan dan kepatuhan kita terhadap segala perintah Allah dan menjahui segala larangan-larangannya dan menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang bertakwa. Wallรขhu a’lam bi ash-shawรขb.[]
Oleh: Achmad Effendi (BKLDK Tuban)
(dakwahkampus/voa-khilafah.co.cc)
BK Lembaga Dakwah Kampus Nasional Menolak RUU Intelijen
PERNYATAAN SIKAP
Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Nasional
TOLAK PENGESAHAN RUU INTELIJEN
Setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam putusan pengesahan UU Intelijen di periode masa sidang yang lalu, kini Dewan Perwakilan Rakyat diam-diam melakukan pembahasan RUU Intelijen kembali yang akan diajukan pada sidang paripurna 27 September 2011.
Di dalam draft terakhir RUU ini masih terdapat sejumlah pasal yang multitafsir dan bermasalah. Draft terakhir itu jika disahkan nantinya tetap akan berpeluang melahirkan rezim represif yang memata-matai rakyat. Intelijen nantinya juga masih berpeluang dijadikan alat oleh pemerintah dalam hal ini Presiden. Bahkan Kepala BIN nantinya berubah menjadi satu-satunya pihak yang bisa menentukan telah terpenuhinya indikasi dan bukti awal yang cukup pada diri seseorang sehingga orang tersebut boleh disadap, diselidiki dan “didalami” (bahasa lain dari ditangkap). Dimana keputusan itu cukup diberitahukan kepada ketua pengadilan. Bahkan dalam kemiliteran, TNI bisa menjadi luas tugasnya yaitu untuk menghadang dan melakukan penangkapan kepada rakyat bila UU ini resmi disahkan.
Berkenaan dengan hal ini, Kami Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) berpandangan, bahwa memang benar intelijen diperlukan dalam sebuah Negara. Tapi mestinya bukan untuk memusuhi rakyat. Juga tidak boleh menjadi alat kekuasaan untuk kepentingan mengamankan status quo. Apalagi jika intelijen digunakan untuk memberangus setiap usaha memperjuangkan syariah Islam. Masa rezim Orde Baru dengan intelijennya, sudah cukup menjadi pengalaman pahit bagi rakyat, khususnya umat Islam. Jika UU ini disahkan, dimungkinkan Rezim Orde Baru akan kembali terulang.
Allah SWT berfirman: “...Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Qs Al-Hujurat 12).
Berkenaan dengan hal ini, Kami Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) berpandangan, bahwa memang benar intelijen diperlukan dalam sebuah Negara. Tapi mestinya bukan untuk memusuhi rakyat. Juga tidak boleh menjadi alat kekuasaan untuk kepentingan mengamankan status quo. Apalagi jika intelijen digunakan untuk memberangus setiap usaha memperjuangkan syariah Islam. Masa rezim Orde Baru dengan intelijennya, sudah cukup menjadi pengalaman pahit bagi rakyat, khususnya umat Islam. Jika UU ini disahkan, dimungkinkan Rezim Orde Baru akan kembali terulang.
Allah SWT berfirman: “...Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Qs Al-Hujurat 12).
Dan Rasul SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang Amir itu, jika ia mencari keragu-raguan (sehingga mencari-cari kesalahan) dari rakyatnya, berarti ia telah merusak mereka" (HR Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
Berdasarkan hal ini, BKLDK menyatakan:
1. Menolak disahkannya RUU Intelijen yang berisi pasal-pasal bermasalah dan multitafsir khususnya pada pasal 32.
2. Meminta kepada pihak terkait untuk membatalkan/mengoreksi pasal-pasal bermasalah dan multi tafsir tersebut karena akan membahayakan dan meresahkan kehidupan rakyat.
3. Mengajak kepada seluruh elemen umat khususnya gerakan mahasiswa untuk menyadari bahaya dari RUU Intelijen ini, serta bersama-sama berjuang memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya UU ini jika disahkan.
Bandung, 21 September 2011
Bandung, 21 September 2011
Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)
Koordinator Nasional
Ketua Badan Eksekutif (BE)
Rizqi Awal
HP 085294952165/085759459810
e-mail: kornas_bkldk@yahoo.com
Rizqi Awal
HP 085294952165/085759459810
e-mail: kornas_bkldk@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)