Tampilkan postingan dengan label KONDOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KONDOM. Tampilkan semua postingan
MUI Kaltim Ingatkan Valentine Haram

MUI Kaltim Ingatkan Valentine Haram


Voa-Khilafah.co.cc - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Hamri Has kembali mengingatkan seluruh remaja dan pemuda Islam agar tak merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang jatuh setiap 14 Februari.
Imbauan itu mengacu pada terbitnya Keputusan Fatwa MUI se Kalimantan Nomor 01/RAKORDA/V/2011 tentang Valentine Day berlangsung di Pontianak Kalimantan Barat Desember 2011 yang menjadi acuan bagi MUI di empat provinsi di Kalimantan.
Beberapa pertimbangan dalam fatwa haram tersebut antara lain karena Valentine cenderung membuat muda-mudi melakukan hal-hal di luar kaidah agama. Terutama dengan mengungkapkan ekspresi kasih saying seperti berciuman, berpelukan, berpesta, minum miras hingga perzinahan.
“Kami mengimbau khususnya kalangan remaja dan pemuda yang kerap ikut merayakan tradisi umat agama lain. Keputusan terbitnya fatwa haram karena Valentine telah melenceng kearah maksiat dan kebebasan meluapkan kasih sayang, meskipun mereka belum muhrim,” imbuh Hamri kemarin.
Ia menjelaskan, peringatan hari kasih sayang semestinya tak hanya dilakukan pada 14 Februari saja, melainkan dapat dilakukan setiap saat dan menjalin silaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Namun peringatan Valentine bermakna kebebasan dan menuju perbuatan dosa, bahkan sangat digandrungi kalangan remaja.
Disebutkan pula dasar hukum penetapan fatwa haram dalam Surat Ali Imran 3:149 yang menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadikan kamu orang-orang yang rugi.’
Kemudian dasar hukum lain adalah Surat Al Isra 17:36 , Al Isra ayat 17:32, Al Kafirun 109:6 dan Al Furqon 25:72.
“Selain dalam Al Quran, sabda Nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka’. Hadis bukhori dan muslim meriwayatkan Nabi bersabda “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai’. Nabi juga bersabda, “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya’. Jadi sudah sangat jelas dasar hukum penetapan fatwa haram Valentine ini,” bebernya.
Fatwa ini telah berlaku di Kalimantan sejak diterbitkan pada 17 Desember 2011. Beberapa laporan yang disampaikan kepada ulama menyebutkan bahwa Valentine kerap dirayakan dengan cara berpelukan hingga tengah malam sebagai bentuk luapan rasa kasih saying. Hal tersebut sudah tidak dibenarkan dalam Islam jika bukan muhrim dan hukumnya berdosa.
Karena itu, 4 MUI di Kalimantan mengusulkan ke MUI Pusat untuk menerbitkan fatwa serupa yang berlaku secara nasional. Sebab, setiap MUI di provinsi memiliki hak dan kewajiban masing-masing dalam menerbitkan fatwa sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di daerahnya.
Sementara puluhan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Samarinda sore kemarin menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Voorvo atau Mal Lembuswana Samarinda. Mereka menolak peredaran minuman keras di Samarinda dan menyerukan agar ummat Islam di Kaltim tidak memperingati Hari Valentine.
Menurut HTI, dalam Islam sudah jelas miras diharamkan jadi tak perlu ada peraturan daerah untuk mengatur peredarannya. Demikian pula dengan Valentine, menurut HTI adalah haram dan tak layak diperingati oleh umat Islam.
“Pertikaian antarwarga yang terjadi di Samarinda kerap menjadi pemicunya berawal dari miras. Miras saat ini masih dijual bebas dan reswmi di minimarket, hotel caf dan tempat hiburan. Ini sungguh memprihatinkan,” ujar Hamdani, Ketua DPD HTI Samarinda.
Menurut Hamdani, dalam Rapat Koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) seluruh Kalimantan pada Desember 2011 lalu telah memutuskan Hari Valentine yang biasa latah diperingati ummat Islam setiap 14 Februari adalah haram. Karena dalam sejarah dan syariat Islam tidak ada memperingati hari kasih sayang.
“Apalagi kerap peringatan itu dilakukan dengan tingkah seks bebas dan pergaulan bebas lainnya. Penjualan kondom dan pil KB meningkat drastis ketika menjelang Valentine Day. Ini artinya apa? Artinya muda mudi kerap menyalahgunakan peringatan itu dengan perbuatan terlarang,” ujar dia. (inilah.com, 12/2/2012)

Parsel Coklat Disisipi Alat Kontrasepsi, Bukti Negara Gagal

Parsel Coklat Disisipi Alat Kontrasepsi, Bukti Negara Gagal



Voa-Khilafah.co.cc - Coklat dan makanan olahan dari coklat sering menjadi pernak-pernik dalam perayaan Valentine oleh anak-anak muda. Namun, ada yang memprihatinkan dalam perayaan Valentine, yaitu bukan hanya sekedar coklatnya, melainkan nuansa seks bebas di balik perayaan hari kasih sayang tersebut. Salah satu buktinya adalah adanya parsel coklat yang disisipi alat kontrasepsi.
Anggota Komisi X DPR, Rohmani, menyoroti masalah parsel tersebut yang ditujukan pada generasi muda yang belum menikah. Dalam pernyataannya, Rabu (15/2), ia menilai kenyataan tersebut sebagai bukti kegagalan negara menjaga identitas bangsa.
“Perilaku hubungan seks diluar nikah merupakan budaya impor. Hal ini sangat jauh dari identitas bangsa. Semua agama di negeri ini tidak membenarkan hubungan seks diluar nikah,” katanya. Di samping itu, dia mengatakan pendidikan karakter bangsa yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah belum berhasil.
Pendidikan karakter yang dikampanyekan pemerintah, lanjutnya, seharusnya mendekatkan remaja pada budaya dan identitas bangsa. “Negara menghabiskan miliaran rupiah untuk pendidikan karakter. Namun kita tidak melihat hasilnya. Seharusnya, pendidikan karakter itu bisa menangkal budaya permisif yang datang dari barat,” kata anggota Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, pariwisata dan kebudayaan itu. (republika.co.id, 15/2/2012)

Penderita HIV/AIDS Meningkat, Buah Kerusakan Sistem Kapitalis; Hentikan Solusi Rusak Pembagian Kondom dan Pendidikan Seks Dini

Voa-Khilafah.co.cc - Setiap awal Desember telah menjadi rutinan, terutama bagi para aktivis sekuler, bak pahlawan, menebarkan solusi palsu ala barat untuk mengatasi meningkatnya HIV/AIDS. Tanggal 1 Desember telah ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia, menggiring masyarakat untuk ikut serta dalam agenda yang telah digulirkan oleh Barat, biang malapetaka. 

Di Indonesia, beberapa media telah melaporkan, adanya peningkatan jumlah penderita AIDS tersebut. Sebut saja seperti yang dilaporkan Antara News, jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah pantai utara Jawa Tengah terus bertambah. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjangkiti ibu rumah tangga setelah tertular oleh pasangannya.

Kepala Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUD Kardinah Kota Tegal, dr Primawati, di Tegal Kamis mengatakan, sejak berdirinya VCT Tegal pada Juli 2008 hingga November 2011, jumlah penderita AIDS tercatat 160 orang terdiri atas laki-laki 87 orang dan perempuan 73 orang.

Ia menyebutkan, jumlah penderita AIDS yang tercatat di VCT RSUD Kardinah sejak beberapa tahun terakhir cenderung meningkat.

Menurut dia, para penderita AIDS bukan hanya para pengguna narkoba dengan satu jarum suntik, orang berhubungan intim dengan banyak berganti pasangan atau heteroseksual seperti PSK, namun beberapa di antaranya merupakan ibu rumah tangga.

Di Papua lebih mengerikan lagi. Tahun ini saja, pengidap HIV/AIDS di Provinsi Papua mencapai 10.522 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.000 kasus. Kota Jayapura menjadi kota tertinggi mencapai 2.012 kasus, disusul Kabupaten Jayawijaya 1.600 kasus.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, Constant Karma, di Sentani, Jumat mengatakan, peningkatan jumlah pengidap HIV-AIDS di wilayah paling timur Indonesia sangat cepat bahkan sudah merambah sampai ke daerah pedalaman.

Di Padang, sebagaimana disampaikan RSUP M Djamil Padang Aumas Pabuti, sejak tahun 2003 sampai Oktober 2011, mencatat 186 penderita virus mematikan itu masuk ke rumah sakit dan meninggal dunia. Jumlah total penderita yang dirujuk sekitar 693 penderita.

Senantiasa Berulang Solusi Palsu Produk Kapitalisme

Munculnya penyakit oleh virus mematikan ini tentu saja tidak terjadi sebelumnya, kecuali ketika kehidupan masyarakat dunia telah rusak. Seolah menjadi para pahlawan untuk mencegah HIV/AIDS, para aktivis sekuler tampil untuk meneruskan solusi palsu dari Barat.

Seperti yang dilakukan oleh para aktivis dan Komisi Penalungan AIDS (KPA) Sragen malah membagikan alat kontrasepsi secara terbuka dan terang-terangan ke berbagai elemen masyarakat di kawasan Sragen, Jawa Tengah, Kamis, 01/12/2011. Alat kontrasepsi tersebut dibagikan satu persatu kepada para pedagang di Pasar Bunder serta jalan-jalan protokol.

Sebanyak 30 ribu kondom akan dibagikan dalam Pekan Kondom Nasional sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

"Melalui penyelenggaraan Pekan Kondom Nasional ini diharapkan agar masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya penggunaan kondom sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran HIV dan AIDS," kata Country Director DKT Indonesia, Todd Callahan dalam konferensi pers "Pekan Kondom Nasional 2011" di E-Corner Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Untuk kepentingan apa pembagian alat kontrasepsi tersebut, tidak ada yang lain kecuali hanya untuk kepentingan para kapitalis serta memberikan peluang atas legalisasi perzinaan, satu diantara pangkal munculnya penyakit mematikan tersebut.

Namun, seperti biasa, beberapa kalangan berkilah atas solusi palsu yang merusak dan penuh dengan kepentingan para kapitalis ini. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi mengatakan pembagian kondom gratis itu tidak berarti bahwa mendukung perilaku seks bebas namun untuk pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

"Kita akan bagikan kepada pemula yang belum tahu. Ini bukan berarti mendukung 'free sex' (seks bebas), seks bebas itu sudah ada. Kondom adalah sebagai alat pencegahan," ujarnya.

Siapa yang dimaksud pemula itu? Remaja? Pelajar? Mahasiswa? Untuk kepentingan apa alat kontrasepsi bagi usia muda tersebut? Sementara nikah dini dipersoalkan, sedangkan zina dibiarkan. Jadi sangat jelas dan nyata, bahkan kampanye tersebut justru semakin mempertegas dukungan kepada perzinaan. Inilah program Barat untuk merusak negeri Muslim sekaligus menyetirnya demi kepentingan para kapitalis.

Pendidikan Seks Sejak Dini Solusi Gagal Kapitalis
Selain penyebaran alat kontrasepsi secara gratis, beberapa kalangan 'aktivis" sekuler menawarkan solusi pendidikan seks sejak dini tanpa menitikberatkan persoalan mendasarnya, yakni penanaman akidah Islam serta pengenalan syariah Islam dalam pergaulan.

Perhimpunan Konselor Voluntary Counseling and Testing HIV Indonesia Sumatera Barat, menyatakan, untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di provinsi itu perlu adanya pendidikan seks sejak dini.

Ketua Perhimpunan Konselor Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar Alfitri, di Padang, Rabu, mengatakan, pendidikan seks sejak dini merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menekan angka masyarakat yang tertular virus berbahaya dan mematikan tersebut.

Demikianlah, lagi-lagi solusi-solusi palsu terus ditawarkan oleh para aktivis dan beberapa pihak. Namun, mereka telah melupakan atau bahkan menyembunyikan persoalan mendasar tentang masalah ini. Di Barat sendiri, akibat pendidikan seks, malah anak usia delapan tahun pun telah melakukan kejahatan pemerkosaan. Apakah ini yang akan diinginkan oleh para aktivis sekuler itu?

Tanpa landasan akidah yang kuat, solusi pendidikan seks hanya akan memperkeruh bahkan semakin membuat masalah baru. Mengapa para aktivis tersebut tidak berani menawarkan solusi syariah berupa penguatan akidah serta pengenalan tata pergaulan laki-laki perempuan yang benar sesuai dengan syariah? Ingat ada landasan sekularisme yang mereka usung. Sekali lagi, kaum Muslim akan memahami, masalah HIV/AIDS telah menjadi isu dunia yang Barat bermain untuk menjalankan program-programnya.

Kaum Muslim tentu tak membutuhkan solusi-solusi palsu tersebut. Umat Islam hanya membutuhkan solusi yang mendasar, dengan kembali kepada tatanan syariah dan hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Syariat Islam yang memiliki solusi lengkap atas persoalan hidup manusia tersebut akan menyelesaikan persoalan ini dengan tuntas. Insya Allah, semakin dekat! [m/ant/lptn6/berita8/syabab/voa-khilafah.co.cc]
Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)

Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)


VATICAN CITY (voa-khilafah.co.cc) — Alih-alih menghindari penyebaran virus HIV AIDS, Paus Benediktus XVI menghalalkan pemakaian kondom bagi kaum gigolo (pelacur pria).

Sikap Paus itu dimuat dalam buku barunya : The Pope, the Church and the Signs of the Times (Cahaya Dunia: Paus, Gereja dan Tanda-tanda Waktu), yang akan diluncurkan Besok Selasa (23/11/2010). Sebagian isi dari buku itu diungkap oleh harian resmi Vatikan, L’Osservatore Romano, Sabtu (20/11) kemarin.

Dalam buku hasil wawancara panjang dengan jurnalis Jerman, Peter Seewald itu, Paus mengatakan pemakaian kondom dibolehkan dalam kondisi tertentu seperti bagi pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV.
....Paus membolehkan pemakaian kondom dalam kondisi tertentu seperti bagi pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV....
Dalam kasus prostitusi pria, kata Paus, menggunakan kondom untuk mengurangi resiko penyebatan HIV bisa menjadi langkah pertama dalam moralisasi  kehidupan seksual.

“Hal itu juga asumsi pertama untuk pertanggungjawaban menuju kepedulian bahwa tidak semuanya diperbolehkan dan seseorang tak bisa melakukan semua yang mereka inginkan,” demikian petikan wawancara tersebut.

Fatwa pemimpin Katolik dunia itu jauh melunak dalam menyikapi pemakaian kondom dalam berhubungan seksual, terutama hubungan di luar nikah (zina). Padahal sebelumnya, ajaran gereja yang lama menentang pemakaian kondom sebagai alat kontrasepsi. Kondom juga tak boleh dipakai meski dengan alasan mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Fatwa Paus kelahiran Jerman ini dinilai sebagai pergeseran posisi gereja Katolik dan kontradiktif dengan fatwa Paus setahun yang lalu. Pada Maret 2009 ketika berada di Afrika, Paus mengatakan bahwa kondom tak akan menyelesaikan masalah AIDS. Sebaliknya, kondom justru meningkatkan risiko penyebaran penyakit AIDS yang mematikan itu. Pernyataan ini dikecam berbagai negara Eropa seperti Prancis, Jerman, maupun badan PBB yang memerangi AIDS, dengan tudingan tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

Namun kini, Benediktus menganggap pemakaian kondom oleh kalangan gigolo (pelacur pria) itu bukanlah isu pokok, karena dianggap bisa digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi penyakit kelamin. [taz/rpb, inl/voa-islam/voa-khilafah.co.cc] Senin, 22/11/2010


Kondom dan Prestasi Olahraga

Kondom dan Prestasi Olahraga

Oleh Kholda Naajiyah
Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
SEA Games XXVI di Palembang dibuka 9 November. Perhelatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu terus diwarnai berita miring. Selain persiapan arena yang amburadul, isu pembagian kondom gratis pada event itu turut meramaikan kontroversi.
Belum lama ini, DPRD Sumatera Selatan mendukung penolakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan terkait rencana pembagian kondom gratis selama SEA Games XXVI. DPRD Sumsel meminta rencana pembagian kondom gratis dibatalkan.
“Kami mendukung tuntutan mereka. Sebab pembagian kondom gratis secara tersirat mendukung adanya protitusi terselubung. Sebab berdasarkan peraturan daerah, pelacuran dilarang di Palembang,” kata Muhammad Gantada, Wakil Ketua DPRD Sumsel kepada detikcom, seusai bertemu dengan massa HTI Sumsel, di DPRD Sumsel, Jalan POM IX Palembang, Selasa (25/10/2011).
Penolakan atas rencana pembagian kondom juga didukung warga setempat. “Palembang bukan Bangkok. Palembang ini kota darussalam. Sampai saat ini pelacuran tetap dilarang, dan kita ini berusaha menghilangkan pelacuran. Lah kok, justru membagikan kondom gratis. Itu sama saja dengan menyuruh orang melacur,” kata Marina, warga Bukitkecil, Palembang.
Pernyataan senada dikatakan Umar, warga Lorok Pakjo Palembang, “Itu ide gila. Memangnya pelacuran sudah terbuka apa di Palembang. Jangan mentang-mentang event international, kita jadi berubah seperti negara asing. Kalau para tamu memang ingin melacur gelap, beli sendirianlah kondom itu. Kan banyak juga dijual di apotik,” katanya.
Salah Sasaran
Sejatinya, kondom sebagai sebuah benda adalah mubah belaka. Bisa dipakai untuk kepentingan positif atau negatif, tergantung manusianya. Jadi, boleh saja dimanfaatkan asal untuk kepentingan yang dibenarkan syara’. Semisal menunda kehamilan bagi istri yang belum lama melahirkan atau sekadar mengatur jarak kehamilan.
Menuduh kondom sebagai penyubur seks bebas, memang terkesan menyederhanakan masalah. Namun, tuduhan itu tak berlebihan mengingat pembagian kondom justru dilakukan di hotel-hotel dan tempat hiburan. Semua tahu, seperti apa “image” hotel dan tempat hiburan malam. Sarat dengan gelegak syahwat dan berujung maksiat. Transaksi narkoba dan seks -sebagai pintu utama penularan HIV/Aids– lazim terjadi di sana.
Maka, kecurigaan umat Islam dan bahkan  masyarakat pada umumnya, bahwa kondom akan disalahgunakan untuk melakukan perzinahan cukup berdasar. Logikanya, orang yang tadinya tidak berniat berzinah karena enggan beli kondom (harga murah, tapi kadang malas ke apotek atau malu), akhirnya melakukannya karena sudah disediakan cuma-cuma. Kemudahan dan kemurahan mengakses kondom inilah yang disinyalir membuka pintu lebar-lebar untuk melakukan seks bebas.
Berbeda persoalannya jika kondom sebagai alat kontrasepsi diberikan cuma-cuma kepada pasangan suami-istri sah, tentu kecurigaan itu tak perlu ada. Semisal, dibagikan gratis kepada suami-istri miskin -dimana kondom tak ada dalam daftar belanja mereka–, sekadar untuk mengedukasi agar mereka mengatur jarak kelahiran.
Sex Before Match
Persaingan di arena olahraga sangat ketat. Bagi atlet dan manajemennya, prestasi adalah segalanya. Tanpa itu, nama baik luntur dan rupiahpun kabur. Nah, banyak cara dilakukan untuk menggenjot semangat bertanding agar berprestasi. Obat-obatan alias doping, tentu tidak mungkin, karena jika ketahuan risikonya berat. Bisa dikenai sanksi hingga dilarang bertanding selamanya. Akhirnya dipilihlah seks.
Ya, sudah menjadi rahasia umum, seks tidak bisa dilepaskan dari event olahraga karena bisa dianggap sebagai pemompa semangat. Salah satu pembangkit seks paling utama adalah aurat perempuan. Tak heran bila dalam setiap event olahraga selalu dipajang perempuan-perempuan cantik dan seksi. Tanpa menuduh bahwa mereka siap untuk melayani seks para atlet, namun keberadaan mereka -dengan pakaian minim– memang diharapkan menambah semangat bertanding. Ada umbrella girl yang selalu siap memayungi para pembalap dari terik panas, ada chaddy golf yang setia menemani para golfer, dan sejenisnya.
Tak ayal, di kalangan olahragawan dikenal istilah sex before match alias berhubungan seks sebelum bertanding. Sebagaimana diketahui, seks mampu meningkatkan kinerja hormon-hormon tertentu yang cenderung menyehatkan dan menambah gairah.
Tak masalah jika para atlet menyalurkan syahwatnya dengan pasangan sah. Bahkan, dalam pandangan Islam, itu bernilai ibadah. Menjalin hubungan suami-istri sah, dengan cara-cara syar’i bukanlah sesuatu yang keji, melainkan terpuji. Tapi, jika seks dilakukan bukan dengan pasangan sah, inilah masalahnya. Karena itu, sekali lagi, kecurigaan bahwa pembagian kondom gratis hanya akan memuluskan aksi perzinahan sangat beralasan.
Terlebih lagi, SEA Games didatangi tamu-tamu asing dari berbagai negara yang sebagian mendewakan seks. Berbeda dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Membagikan kondom gratis sama saja dengan mendukung budaya bejat mereka. Seolah mempersilakan mereka untuk menikmati seks bebas, termasuk perempuan-perempuan penjaja cinta (atau jangan-jangan disediakan juga dengan dalih menghirmati tamu?).
Karena itu, jelaslah, tidak ada kemaslahatannya membagikan kondom gratis di ajang SEA Games, atau event-event sejenis.
Hapus Perzinahan
Pembagian komdom gratis pada ajang SEA Games, dimaksudkan untuk mencegah penularan HIV/Aids, mengingat banyak tamu asing yang dikhawatirkan membawa virus mematikan itu. Namun, pembagian kondom tetap tidak akan efektif jika perzinahan dan pelacuran itu sendiri masih ada. Mengapa?
Fakta membuktikan, kaum laki-laki merasa tidak nyaman memakai barang itu saat berhubungan badan. Di sisi lain, para pezinah perempuan (bagi gratis maupun komersil) tak punya bargaining position untuk menolak pelanggannya yang tidak mau mengenakan kondom. Karena mengincar uang pelanggan, akhirnya pelacur tetap melayani tamunya, meski dengan risiko tertular HIV/Aids.
Karena itu, penularan HIV/Aids tidak mampu direm hanya dengan kondom, kecuali dengan memberangus pelacuran dan perzinahan itu sendiri. Pemerintah daerah setempat sejatinya sudah melarang pelacuran, meski realitasnya masih eksis. Karena itu, jika ingin mencegah penularan HIV/Aids, tutup saja semua jenis pelacuran yang ada.
Itu pulalah mengapa Islam mengharamkan perzinahan, karena dipandang dari sudut manapun buahnya hanya kemudharatan. “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (TQS Al-Isra 32). Wallahu’alam bishowab.[gm/voa-khilafah.co.cc]
Buat Apa Digelar Sea Games Jika Hanya Mengundang Becana; Tolak Pembagian Kondom, Legalisasi Perzinaan!

Buat Apa Digelar Sea Games Jika Hanya Mengundang Becana; Tolak Pembagian Kondom, Legalisasi Perzinaan!

Voa-Khilafah.co.cc - Para pelaku negeri ini benar-benar tengah sakit, serta kerap kali memberikan solusi ala liberal dalam menyelesaikan masalah, yg di negerinya sendiri tak kunjung selesai. Selama perhelatan SEA Games XXVI di Palembang, dikabarkan ada rencana pembagian kondom gratis. Kaum Muslim, tentu menolak tentang rencana busuk tersebut.
Buat apa pembagian kondom tersebut, selain dari kepentingan para kapitalis untuk mengundang bencana dengan melegalkan perzinaan di negeri Muslim ini. Sungguh sebuah rencana yang sangat menyakitkan bagi penduduk negeri yang mayoritas Muslim ini. Niscaya, para penggagasnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Pencipta. 

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palembang akan menyiapkan 200 gerai (outlet) kondom selama diselenggarakan SEA Games XXVI. Kondom akan disiapkan dengan outlet khusus di hotel dan tempat hiburan malam.

"Guna memudahkan pengunjung memperoleh benda pelindung saat berhubungan seks tersebut," kata Sekretaris KPA setempat Zailani UD, di Palembang, kepada pers pada pertengahan September 2011 lalu. Entang, tata aturan dari Sang Pencipta, "janganlah kalian mendekati zina" pun telah dilabrak. 

Kaum Muslim setempat bersama Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Selatan menggelar aksi untuk menolak rencana pembagian kondom gratis ini di depan Gedung DPRD Sumsel, Selasa, 25/10/2011. Mereka membawa spanduk hitam dengan tulisan warna merah, "Tolak Liberalisasi Budaya dengan Pembagian Kondom Gratis", serta pamflet bertuliskan "Tolak Pembagian Kondom Gratis". 

Aksi yang berlangsung dari pukul 10.00-11.00 WIB, sebagian besar pesertanya adalah perempuan. Mereka pun ditemui pimpinan DPRD Sumsel yang diwakili M Gantada.

"Kami menolak pembagian kondom gratis. Sebab itu sama saja dengan melegalkan kemaksiatan di Palembang," kata seorang pengunjukrasa.

Dalam orasinya, HTI menyatakan sikap dengan meminta pemerintah untuk menghentikan program pembagian kondom gratis karena akan mendorong seks bebas. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan sistem kapitalis liberal yang menjadi sumber malapetaka kehidupan manusia.

Mahmud Jamhur, Ketua HTI Sum-Sel, mengatakan, jika pemerintah ingin mencegah penularan HIV/AIDS, caranya tidak dengan melakukan pembagian kondom gratis, tapi mencari akar permasalahannya. "Alasan untuk mencegah penularan HIV/AIDS itu adalah hal yang mengada-ada," katanya.

Bagaimana pun juga, pembagian kondom ini hanyalah salah satu jalan kerusakkan untuk menebar perzinaan di tengah-tengah negeri kaum Muslim. "Diperkirakan transaksi seks akan meningkat, mengingat banyak pengunjung yang datang dari berbagai negara ke kota ini," kata Zailani UD. Siapa yang akan bertransaksi tersebut? Bukankah hal itu perzinaan?  

Demikianlah, kaum Muslim hari ini benar-benar tengah sakit disebabkan oleh para pelaku negeri yang jauh dari tatanan syariah. Ide liberal selalu saja diambil guna memuluskan kepentingan para kapitalis, sementara syariah Islam dilabrak. Jika dibiarkan, maka tinggal menunggu waktu, Allah hancurkan negeri ini. Naudzubillahi min dzalik. 

Berbagai kerusakkan tentu akan menimpa di negeri ini, jika kaum Muslim tidak bergerak dan bangkit untuk menghentikan segala bentuk kemaksiyatan yang akan mengundang azab-Nya tersebut. Umat Islam tidak butuh ide-ide liberal, namun umat hanya membutuhkan untuk kembali kepada tatanan syariah dan khilafah yang akan menghentikan segala bentuk tindak kemaksiyatan kepada Allah. Insya Allah, semakin dekat. [m/dtk/tmp/mtro/syabab/voa-khilafah.co.cc]


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL