Tampilkan postingan dengan label MASJIDIL HARAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MASJIDIL HARAM. Tampilkan semua postingan
Wow... Kucing Menunggu Buka Puasa di Masjidil Haram!

Wow... Kucing Menunggu Buka Puasa di Masjidil Haram!

Voa-Khilafah.com, JEDDAH -- Nikmatnya berbuka puasa ternyata tidak hanya dinantikan umat Islam. Di Arab Saudi, seekor kucing juga tertangkap kamera tengah menantikan beduk Maghrib untuk bisa menikmati berbuka puasa bersama di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Foti seekor kucing berwarna kuning yang ikut menantikan buka puasa bersama di Masjidil Haram ini diposting oleh netizen di Arab Saudi sehingga membuat jagat twitter di negara tersebut memberikan komentar dan berbagai pujian. Tidak hanya oleh netizen Muslim tetapi juga para non-Muslim.
Seperti disebutkan oleh pengguna jejaring sosial Azhat Ahmed, ia mengatakan pemandangan yang sangat menakjubkan untuk melihat bagaimana seekor kucing menghormati bulan suci Ramadhan saat menjelang berbuka puasa. Yang mana ia tidak sembarangan mengambil jatah makanan sebelum Jamaah berbuka puasa.
"Etiket tersebut menunjukkan bahwa bahkan hewan menyadari pentingnya berpuasa di bulan Ramadhan,” kata Azhat dikutip dari Arab News, Senin (22/6).
Pujian juga dilontarkan oleh netizen lainnya Asael Bukhari. Ia menilai Islam sebagai agama yang menghormati hewan. Karena pada foto tersebut terlihat para Jamaah menerima kehadiran kucing menunggu beduk Maghrib untuk berbuka. Jangan kan mengusir, mereka justru memberikan satu tempat untuk kucing menunggu waktu berbuka.
Komentar lucu juga dilontarkan oleh Amed Al-Jawhari. Ia menyebutkan bahwa kucing telah memesan tempat khusus untuk menunggu waktu berbuka di masjidil haram. Karena itu kata dia tidak ada yang mengganggu si kucing dari tempat dudukknya.
"Tampaknya kucing telah memesan tempat untuk berbuka puasa di meja di Masjidil Haram,” ujar Amed. [ROL/ voa-khilafah.com]

Press Comment HT Palestina Atas Khutbah Jum'at Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sudais, Imam dan Khatib Masjidil Haram


Voice of Khilafah, Palestina
Komentar Pers : “YANG PALING AKU KHAWATIRKAN DARI SEMUA HAL YANG AKU KHAWATIRKAN TERHADAP UMATKU ADALAH PARA PEMIMPIN YANG MENYESATKAN UMAT.”

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sudais, Imam dan Khatib Masjidil Haram menyampaikan dalam khutbah Jumatnya kemarin (13 Februari 2015) di Makkah al-Mukarramah tentang pentingnya dan wajibnya bai'at dalam Islam. Ia juga mengutarakan tentang bai'at bagi penguasa Saudi yang disifatinya sebagai ulil amri. Seraya menegaskan wajibnya bai'at, wajibnya mendengar dan mentaati ulil amri serta menjaga kewibawaan penguasa, selama tidak memerintahkan kemaksiatan. Juga ditegaskan keharaman keluar dari ketaatan terhadap penguasa, sekalipun mereka berlaku zhalim dan jahat.

As-Sudais mengakhiri khutbahnya dengan memanjatkan doa kepada Allah agar menyelamatkan Masjid al-Aqsa dari cengkeraman pendudukan Yahudi, serta doa agar Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada penduduk Syam dari sang penguasa thaghut.

Khutbah Jum'at Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sudais selengkapnya di http://voa-khilafah.blogspot.com/2015/02/khutbah-imam-masjidil-haram-syaikh-dr.html

Tidakkah as-Sudais mengetahui perilaku para penguasa keluarga Saud yang memerangi Allah dan agama-Nya di tanah Hijaz? Ataukah ia tidak memahami tentang kufurnya UUD dan perundang-undangan yang diterapkan oleh Kerajaan Arab Saudi?

Ataukah ia tidak mengetahui sikap tidak peduli para penguasa tersebut terhadap persoalan-persoalan yang tengah dihadapi umat, terutama persoalan Palestina dan Syam yang kedua-duanya menjerit meminta pertolongan?

Ataukah ia tidak mengetahui bagaimana para penguasa tersebut telah memiskinkan umat seraya menghambur-hamburkan harta kekayaan dan juga minyak milik umat untuk kepentingan musuh-musuh umat? Lalu apa yang tersisa, mereka letakkan dalam kontrol para emir mereka.
Tidakkah as-Sudais mengetahui akan haramnya umat berpecah belah di dalam banyak negara dan institusi? Yang ini negara bagi orang-orang Saudi; yang itu negara punya orang Yaman; lalu yang lain adalah milik orang-orang Aljazair?!

Tidakkah as-Sudais menyaksikan para penguasa itu, sedang mereka terus menghujani Syam dengan hantaman bom yang dilakukan di bawah perintah dan pimpinan pemerintahan salibis AS?Ataukah ia tidak mengetahui keharaman meminta bantuan dan melakukan tindakan pembunuhan di bawah panji kekufuran?

Lalu, tidakkah as-Sudais dan orang-orang semisalnya dari kalangan ulama, memahami kewajiban berbai'at kepada seorang khalifah yang akan menjalankan hukum berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, setelah tercabutnya seluruh penguasa dlirar ini yang dipimpin oleh para penguasa Hijaz?!

Sesungguhnya perkara-perkara semacam ini bukanlah masalah yang samar atau tersembunyi bagi orang-orang kebanyakan sekalipun, maka bagaimanakah dengan orang yang alim seperti dirinya? Akan tetapi (ia memilih) kemunafikan dan menjual agama demi beberapa dinar, serta mengeksploitasi agama dalam rangka menyesatkan umat dan putra-putri umat.

Nabi saw bersabda, “Yang paling aku khawatirkan dari semua hal yang aku khawatirkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan umat.”

Kebutuhan para penguasa terhadap orang-orang semacam ini, terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini yang mana negeri-negeri telah bergolak, tentunya merupakan kebutuhan yang sangat urgen. Para penguasa itu dan juga pihak Barat sungguh menyadari kondisi geliat dan gerakan yang ada dalam tubuh umat. Mereka mengetahui bahwasanya muara dari seluruh gerakan tersebut hakikatnya adalah Islam. Karena itulah terlihat begitu menonjol munculnya upaya-upaya yang sia-sia semacam itu.

Dan di bawah bayang-bayang eskalasi aktivitas orang-orang yang mukhlis yang senantiasa berjuang siang-malam demi meninggikan agama ini, maka berbagai upaya para penguasa dan para ulamanya penguasa itu, pasti akan berakhir dengan kegagalan dan kebinasaan.

Wallahu waliyyul muttaqiin.

Sumber: http://pal-tahrir.info/press-comments/7851-2015-02-14-16-36-30.html
Diterjemahkan oleh Ustadz Farhan Suchail, Aktivis HTI Depok, 23/2/2015 [Voa-Khilafah]

Imam Masjidil Haram Bicara Tentang Kebutuhan pada Khilafah Serta Kerusakkan Demokrasi pada Anak Muda

Voa-Khilafah.co.cc - Semua sistem pemerintahan di seluruh dunia berada dalam konflik langsung dengan sistem pemerintahan Islam, sistem Khilafah. Tidak ada Khilafah di setiap bagian dunia hari ini di sisi Allah Swt yang telah mengirim manusia sebagai Khalifah-Nya. Imam Ka'bah Dr. Saud bin Ibrahim Ashareem mengungkapkan pemikirannya ketika berbicara dalam sebuah konferensi press di Mumbai, Jumat, 25/11/2011.
Imam yang bernama lengkap Dr. Syeikh Abu Ibrahim Sa'ud ibn Ibrahim ibn Muhammad ash-Shuraim An-Najdimengatakan bahwa karena ketidaktahuan generasi hingga mereka terjerumus ke dalam nilai-nilai demokrasi. Ia lebih jauh mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk membuat mereka menyadari ajaran Islam dalam rangka mengubah gaya hidup mereka karena sistem demokrasi telah membuat pikiran anak-anak muda bebas menyebabkan mereka mengabaikan Peradaban Islam serta mengadopsi ketidaktaatan. 

Mengungkapkan kesukaannya untuk India, ia mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi negeri itu lagi dan lagi untuk menyebarkan Islam. Menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya tentang keadilan, ia mengatakan bahwa sistem keadilan dalam Islam telah berasal dari dua sumber. Salah satunya adalah al-Quran dan yang lainnya adalah hadits. Jika analisis sistem Islam dibuat, akan mengungkapkan bahwa beberapa sistem keadilan yang lazimnya di dunia seperti Islam tetapi dalam banyak kasus mereka menyimpang dari prinsip-prinsip Islam. 

Konsep keadilan yang diberikan Islam tidak tampil dalam sistem apa pun. Dr. Saud mengatakan bahwa Islam memiliki konstitusi sendiri, yang Nabi Saw sendiri telah membingkainya. Kita harus menjalani hidup kita sesuai dengan sabda Nabi Saw. 

Menjawab pertanyaan tentang terorisme, ia mengatakan bahwa agama telah mengajkarkan perdamaian dan memainkan peran penting dalam menghilangkan ketidaktahuan, tidak disalahkan untuk mempromosikan terorisme. Dia mengatakan bahwa tidak diizinkan untuk membunuh perempuan, anak-anak, dan orang tua dari musuh, bahkan memotong pohon dari musuh pun tidak diperbolehkan. 

Ketika Islam mengajarkan ajaran-ajaran seperti itu, untuk menghubungkannya dengan terorisme adalah kejam. Meninjau kegiatan dari beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan teroris, Imam mengatakan bahwa tindakan seperti itu adalah kegiatan mereka sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Islam. 

Dr. Saud mengatakan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang memberikan hak-hak universal bagi perempuan. Hak tersebut tidak tersedia dalam agama mana pun. Dia mengatakan bahwa pria dan wanita diciptakan oleh Allah Swt. dan ditugaskan di dalam dan di luar rumah. Islam 

Mengacu pada sistem peradilan Islam, ia mengatakan bahwa Islam memiliki sistem sendiri untuk menghukum pemerkosaan, pembunuhan, dll yang mencegah kejahatan. Hukum Islam tersebut ditentang oleh hukum-hukum lain di dunia yang tidak benar. 

Masya Allah, laporan tentang pembicaraan Imam Masjidil Haram, Qari terkenal Syeikh Saud Ash-Shuraim, semoga Allah membalasnya, memberinya kekuatan untuk menghadapi penegakkan Khilafah, mempercepat rakyat melalui dirinya, dan membuat anti tesis kepada para ulama lainnya di masjid suci yang telah berpihak dengan tiran (Raja Saudi, Musharraf atas pembantaian Masjid Merah), dan lain-lainnya di mana mereka melanjutkan tur mereka untuk melakukan qiro'. 

Laporan ini memberitahukan kepada kita pernyataan tentang Khilafah, kebutuhannya, ketiadaannya sesuatu yang menyerupai Islam hari ini (yang merupakan titik penting menerangkan penipu negara Saudi dan klaim-klaimnya), serta kebutuhan bagi pemuda Muslim untuk ditatsqif dalam nilai-nilai Islam dan untuk menghindari "nilai-nilai demokrasi". 

Tentang komentar-komentar sang Imam tadi, ada yang mencatat bahwa "Kemungkinannya sang rezim akan mengatakan kepadanya untuk pergi seperti yang mereka lakukan kepada Syeikh Ali Al-Hudhaiyfi, mantan Imam Masjid Nabawi, karena berbicara dengan kalimat yang mirip."

Semoga Allah Swt. memberikan keberanian dan kekuatan kepada para ulama ini untuk berbicara lebih lanjut. Mereka berada di jantung sarang lebah dan posisi mereka tidaklah mudah. Insya Allah, mereka mampu memenuhi tanggungjawab mereka kepada Allah Swt, sekalipun ujian bisa saja menimpa, tetapi itu merupakan kenikmatan bagi mereka. Insya Allah, Khilafah semakin dekat saja! [m/f/fa/siyasi/np/syabab/voa-khilafah.co.cc]

Lihat Video:
Berikut Video Imam Ash-Shuraim saat membaca surat al-Fatihah saat mengimami jutaan jamaah di Masjidil Haram
Ash Shuraim's emotional Surah al fatiha at Masjid al Haram... must see!
As shown at the "When the world change" event in Sydney, Australia.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

SEPUTAR RAMADHAN

TSAQOFAH ISLAM

FIKIH

HADITS

TAFSIR AL QUR'AN

NAFSIYAH

HIKMAH

NASYID

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

AL-ISLAM

DAKWAH

ULAMA

SEJARAH

DOWNLOAD

ARTIKEL