Ribuan Rakyat Maroko Tuntut Boycot Pemilu yang Melanggengkan Sistem Despotik

Voa-Khilafah.co.cc - Ribuan rakyat di Maroko turun ke jalan-jalan di seluruh daerah, menyerukan untuk memboikot pemilihan parlemen bulan depan. Polisi anti huru-hara bentrok dengan sekitar 3.000 pengunjuk rasa di depan gedung parlemen di ibukota Rabat pada hari Ahad, 23/10/2011. Pasukan keamanan memukul dan menendang para pengunjuk rasa dengan tongkat.
Aksi tersebut terinspirasi oleh revolusi di dunia Arab. Aksi protes serupa juga digelar di kota-kota besar lainnya, termasuk Casablanca, Fes, dan Tangier. 

Ini adalah serangkaian pada demonstrasi damai terbaru yang rutis dilakukan oleh pimpinan para pemuda oposisi Gerakan 20 Februari. 

"Protes nasional ini diselenggarakan dengan tema menyerukan boikot pada pemilu parlemen pada 25 November," kata Omar Radi, seorang aktivis politik di Rabat. 

"Sudah jelas bahwa pemilu akan membawa kekuasaan para tokoh yang sama yang sudah bertahun-tahun menjarah kekayaan negara dan menyandera masa depan penduduk Maroko," tambahnya. 

Aksi-aksi protes terus berlanjut meskipun reformasi dangkal oleh Raja Maroko Mohammed VII diperkenalkan. 

Raja despotik itu mengumumkan reformasi dalam upaya mencegah pemberontakan rakyat terutama di negara Afrika Utara, mirip dengan revolusi di negara-negara regional yang menyebabkan kejatuhan para penguasa diktator di negeri itu. 

Demikianlah, rakyat di negeri-negeri Muslim di mana para penguasa despotik telah memaksa mereka untuk berhukum kepada selain aturan Islam, kini mulai berani mengatakan kebenaran serta berani melawan penguasa despotik itu. 

Perubahan akan terus berlangsung, sebagai gerbang menuju perubahan sejati di mana kaum Muslim kembali hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Insya Allah, semakin dekat saja! [m/prstv/syabab/voa-khilafah.co.cc]


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers