Luar Biasa, Konferensi Rajab 1432 H di Padang Membludak, Barat Takut Jika Umat Bersatu




VOA-KHILAFAH.BLOGSPOT.COM - Luar biasa, perhelatan akbar akan pentingnya perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil diadakan di propinsi Sumbar. Ribuan umat Islam menghadiri Konferensi Rajab 1432 H yang diselengarakan oleh DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Barat di Aula Asrama Haji Tabing, Ahad, 19/06/2011.

Sejak pukul 08.00 WIB, rombongan mulai berdatangan dan memasuki ruangan Konferensi Rajab 1432 H. Karena sejak awal panitia sudah mendapatkan informasi dari berbagai daerah se-Sumbar, bahwa antusiasme peserta begitu luar biasa. 

Bahkan, banyak ulama’ dan tokoh masyarakat yang memaksa hadir, meski sudah disampaikan bahwa kapasitas terbatas. Karena, bagi mereka, inilah momentum terindah yang bisa mereka temukan, sebelum berdirinya Khilafah. Belum tentu, momentum seperti ini akan terulang kembali. Karena itu, panitia pun akhirnya mengubah format konferensi, yang asalnya murni indoor, di dalam aula Asrama Haji Sumbar, hingga menjadi in-outdoor, yaitu di dalam dan luar aula. Tenda yang menampung lebih dari 1500 peserta pun dipersiapkan, plus panggung dan multimedianya. Kira-kira pukul 09.30 WIB, peserta pun mulai memadati tempat konferensi. Tidak kurang dari 3000 peserta hadir pada konferensi ini.Barat Takut Jika Umat Islam Bersatu“Sistem kapitalisme yang diadopsi dari Barat, yang diterapkan hampir di seluruh negeri  muslim termasuk di Indonesia membuat  umat Islam kian terpuruk. Kemiskinan semakin menyeruak, pengang­guran menjamur. Sudah saatnya umat Islam bangkit dengan menjadikan Islam sebagai ideologi bukan hanya sekadar agama,” kata Buya Hasan Nasiruddin, dalam pidatonya.Hafidz Abdurrahman, salah pengurus DPP Hizbut Tahrir Indonesia yang ikut hadir dalam Konferensi Rajab tersebut mengung­kapkann, salah satu ditakutkan dunia Barat sekarang adalah bangkit dan bersatunya umat Islam. Islam sempat berjaya berabad-abad lamanya. Karena saat itu, masyarakat Islam disatukan dalam sebuah ideologi, yaitu Islam. Dan mereka hidup mulia sejahtejahtera di bawah naungan khilafah.“Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk sistem ekonomi. Islam menjamin kesejahteraan rakyat. Berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, syari’at Islam menetapkan bahwa sumber daya adalah milik seluruh umat. Rasulullah bersabda, manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api. Dalam pengelolaannya, pemerintah wajib melaksanakan untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Tidak boleh pemerintah menyerahkannya kepada swasta, apalagi menyerahkannya kepda asing,” jelas Hafidz panjang lebar.Dijelaskannya, kendati ideologi  ini banyak mendapat tantangan, baik dari luar maupun dari dalam Islam sendiri, HTI terus dengan perjuagannya. Islam adalah agama yang menyelamatkan manusia dari kerusakan, baik di dunia maupun di akhirat.“Lalu kenapa kita tidak bahu-membahu menegakkan agama Tuhan ini dengan merealisasasikan peraturan Tuhan dalam kehidupan,” katanya.Adi Kurnawan, salah seorang pinitia Konferensi Rajab 1432, mengatakan, Konfe­rensi Rajab ini bagian dari rangkaian acara yang diselenggarana HTI pada 29 kota besar yang ada di Indonesia dalam rangka menya­m­but Isra’ Mi’raj Nabi Muhammmad SAW.Sebelumnya, rangkaian Konferensi Rajab telah diadakan di beberapa kota seperti di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Monument MTQ Kediri, Gor Segiri Samarinda, Aula Poltek Batam, Jogja Expo Center Yogyakarta, dan puncaknya akan diselenggarakan di Stadion Lebak Bulus Jakarta 29 Juni 2011.Untuk Sumatera Barat, kami menye­diakan kapasitas 2500 orang peserta. Ternyata,  peserta yang hadir melebihi kapasitas yang ada dan harus ditampung di luar aula. “Namun demikian, kami sangat bahagia karena dukungan terhadap perjuangan terhadap syari’at dan khilafah,” katanya.Konferensi Rajab ini dihadiri para ulama, pengusaha, intelektual, politisi, dan tokoh masyarakat dari pelbagai kabupaten kota yang ada di Sumatera Barat.Dalam testimoninya, Buya Dr. H. Sudirman, yang juga ulama’ sepuh dan berpengaruh di Sumbar itu pun menyatakan, “Mari kita berjuang bersama Hizbut Tahrir, karena Hizbut Tahrirlah yang sungguh-sungguh berjuang untuk menegakkan syariah dan Khilafah.. Jangan takut berjuang dengan Hizbut Tahrir. Hizbur tidak melakukan aktivitas yang lain, kecuali dakwah. Menyampaikan kebenaran.” [m/htipress/harianhaluan/syabab.com]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers